Senin, 26 Oktober 2015

Cara baru Memperbaiki aki kering air aqua sebagai cairan elektrolit

Assalamu'alaikum wr wb !  pembaca saifulcomelektronik yang budiman dan teman – teman semua gimana kabarnya hari ini ? mudah – mudahan sehat walapiat tidak kurang satu apapun tentunya. dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi buat anda semua yaitu tentang Cara baru Memperbaiki aki kering air aqua sebagai cairan elektrolit 

Cara baru Memperbaiki aki kering air aqua sebagai cairan elektrolit

Nah, cara memperbaiki aki kering yang soak atau arus pada batterai aki kering tersebut berkurang derastis. di sebabkan karena ada elemen batterai tersebut yang sudah kering asam sulpatnya. meskipun namanya aki kering tapi di dalamnya ada cairan juga. 

Sebenarnya memperbaiki aki  kering tersebut sangat mudah dan gampang sekali.

Akibat soaknya batterai aki kering di akibatkan oleh keringnya elektrolit pada baterai aki tersebut, di karnakan umur baterai sudah cukup lama. Biasanya pemakaian batterai aki kering bertahan selama 1 sampai 2 tahun lebih lamanya. selebihnya harus di charger atau di service.

Nah, silakan anda perhatikan gambar di atas di sebelah kiri atas ada satu air minum gelas pelastik. Apakah anda tau untuk apa ? taklain dan tak bukan adalah saya buat sebagai pengganti cairan elektrolit battrai  aki. Karna di tempat saya kebetulan cairan elektrolitnya sudah habis dan saya coba menggantinya dengan air aqua. 

Baik, sekarang poroses bagaimana memperbaiki aki kering yang sudah soak atau pun sudah mati total dan mengganti elektrolitnya dengan air biasa. Bahan yang di butuhkan berupa : Baca juga : Cara Mengunakan Alat ukur Multitester CD800a

1. 1 buah aqua gelas
2. Gergaji besi
3. Solder listrik
4. Charger aki
5. Aki yang akan di perbaiki
Sesudah kelima poin di atas telah lengkap : ikuti langkah berikut ini peroses menggantinya
1. Buka battrai aki dengan mengunakan gergaji besi, lihat gambar di atas, aki yang sudah selesai saya potong mengunakan gergaji.
2. Sesudah selesai di buka dengan cara memotong menggunakan gergaji, besihkan batterai tersebut dari kotoran ampas gergaji sebersih mungkin.
3. Sesudah bersih lihat apakah tembaga di dalam battrai aki ada yang putus dan juga lihat elemen battrai ada yang rusak atau gosong ? klo ada sambungkan mengunakan solder dan timah, klo elemen yang rusak terpaksa di ganti.
4. 3 poin di atas sudah selesai, tuangkan air aqua yang sudah di siapkan tadi, sebatas tembaga yang berada pada aki tersebut.
5. Ke 4 poin di atas sudah di lalui, sekarang pengecasan. cas baterai aki tersebut menggunakan charger aki, Tunggu sampai 6 jam, lebih lama lebih bagus tapi jangan terlalu lama. misal 24 jam itu terlalu.
6. Selesai dan selamat mencoba,…..

( perhatian untuk pengecassan battrai aki sepeda motor gunakan charger di bawah teganggan 12 volt aki tersebut, gunakan charger 11 volt atau 10 volt DC )

Minggu, 12 Oktober 2014

POWER THRESHER

POWER THRESHER “AMPHIBI” 
MESIN PERONTOK PADI (GRABAGAN) COCOK BUAT PARA PETANI UNTUK MERONTOKAN SEMUA JENIS PADI DISEMUA MEDAN (KERING & BERAIR) 
KELEBIHAN POWER THRESHER “AMPHIBI”
 - KUAT & TANGGUH 
- MUDAH DIPINDAHKAN SEPERTI TRAKTOR
 - BISA MENGATASI SEGALA MEDAN
 - HASIL LEBIH BERSIH 
- HEMAT BAHAN BAKAR 


CUKUP DENGAN HARGA SEWA 800.000,- PER BAHU, MAKA MESIN INI SIAP BEKERJA DI SAWAH ANDA. ATAU ANDA JUGA BISA MEMILIKI POWER THRESHER “AMPHIBI” INI CUKUP DENGAN UANG 17.000.000,- MESIN INI AKAN JADI MILIK ANDA. 

Selasa, 25 Februari 2014

Fungsi Toolbox Pada Photoshop

Pada kali ini saya akan berbagi pengetahuan dengan rekan – rekan bloger mengenai fungsi toolbox pada photoshop. Bagi rekan – rekan bloger yang ingin belajar lebih mendalam mengenai disain dengan adobe photoshop, alangkah baiknya anda mengenal fungsi tool yang ada di photoshop terlebih dahulu. karena dengan mengenal fungsi icon pada toolbar / toolbox photoshop merupakan dasar untuk belajar ilmu photoshop. Berikut ini merupakan screenshot dari toolbox pada adobe photoshop. Fungsi-Fungsi Tool di Adobe Photoshop :

1. Move Tool = memindahkan objek atau layer aktif


1. Rectangular Marquee Tool = membuat area selection segi empat
2. Elliptical Marquee Tool = membuat area selection lingkaran
3. Single Row Marquee Tool = membuat area selection horizontal satu pixel
4. Single Column Marquee Tool = membuat area selection vertikal satu pixel


1. Lasso Tool = membuat area selection secara bebas
2. Polygonal Lasso Tool = membuat are selection dalam bentuk polygon
3. Magnetic Lasso Tool = membuat are selection berbentuk polygon dengan cara menempelkan tepi selection pada area tertentu paga gambar


1.Quick Selection Tool = membuat seleksi berdasarkan warna yang sama
2. Magic Wand Tool = membuat area selection yang memiliki warna sama

1. Crop Tool = memotong area gambar

1. Slice Tool = membuat potongan gambar
2.Slice Select Tool = memilih potongan pada gambar
1. Spot Healing Brush Tool = memperbaiki kerusakan gambar 2. Healing Brush Tool = membuat gambar dengan sample tertentu 3. Patch Tool = membuat gambar dengan sample tertentu (patern) 4. Red Eye Tool = membuat warna hitam, misalnya pada gambar mata merah karena pantulan sinar
1. Brush Tool = melukis gambar dengan kuas 2. Pencil Tool = melukis gambar dengan pensil 3. Color Replacement Tool = mewarnai gambar / image dengan warna tertentu
1. Clone Stamp Tool = membuat gambar dengan sample gambar yang ada 2. Pattern Stamp Tool = membuat gambar dengan pola tertentu
1. History Brush Tool = membuat gambar dengan menggunakan state history dari gambar 2. Art History Tool = membuat gambar dengan menggunakan state history dari gambar dengan model artistik
1. Eraser Tool - menghapus gambar 2. Background Eraser Tool = menghapus gambar sehingga menjadi transparan 3. Magic Eraser Tool = menghapus gambar yang memiliki warna sama sehingga menjadi transparan
1. Gradient Tool = mewarnai gambar / area dengan berbentuk gradient 2. Paint Bucket Tool = mewarnai area / gambar yang dipilih
1. Blur Tool = mengaburkan warna gambar 2. Sharpen Tool = mempertajam gambar 3. Smudge Tool = menggosok gambar, berguna untuk menghaluskan hasil seleksi yang tidak beraturan
1. Dodge Tool = membuat gambar menjadi lebih terang 2. Burn Tool = membuat gambar menjadi lebih gelap 3. Sponge Tool = mengubah saturation di area tertentu pada gambar
1. Pen Tool = membuat seleksi pada gambar 2. Freeform Pen Tool = membuat path berbentuk bebas 3. Add Anchor Point Tool = menambah anchor point pada path 4. Delete Anchor Point Tool = menghapus anchor point tertentu pada path 5. Convert Point Tool = memperbaiki / edit anchor dan direction point tertentu pada path
1. Horizontal Type Tool = membuat tulisan secara horizontal 2. Vertical Type Tool = membuat tulisan secara vertical 3. Horizontal Type Mask Tool = membuat selection berbentuk tulisan secara horizontal 4. Vertical Type Mask Tool = membuat selection berbentuk tulisan secara vertical
1. Path Selection Tool = melakukan selection path. 2. Direct Selection Tool = mengubah anchor dan direction point dari path
1. Rectangle Tool = menggambar bentuk segi empat. 2. Rounded Rectangle Tool = menggambar segi empat melengkung. 3. Ellipse Tool = menggambar ellipse 4. Polygon Tool = menggambar polygon 5. Line Tool = menggambar garis lurus 6. Custom Shape Tool = menggambar bentuk tertentu dari daftar bentuk yang dapat dipilih pada option bar
1. Notes Tool = membuat catatan pada image. 2. Audio Annotation Tool = membuat suara/audio pada image
1. Eyedropper Tool = mengambil sample warna pada image untuk warna foreground 2. Color Sampler Tool = mengambil berbagai sample warna pada image 3. Ruler Tool = mengukur jarak atau sudut pada image
1. Hand Tool = menggeser/memindah bidang pandang image di dalam kanvas 2. Zoom Tool = memperbesar atau memperkecil tampilan image
1. Set Foreground Color = merubah warna 2. Set Background Color = merubah warna Demikianlah tool yang ada di photoshop yang bisa anda pelajari dan anda hafalkan, semoga pembahasan mengenai fungsi toolbox pada photoshop ini dapat bermanfaat bagi anda semua yang akan memulai belajar ilmu photoshop. Untuk tutorial photoshop yang lainnya akan segera dipostkan berikutnya.

Senin, 17 Februari 2014

Fungsi Toolbox pada CorelDraw

Dalam penggunaan CORELDRAW kita harus tau dulu fungsi dari toolbox tersebut, nah buat agan - agan yang lagi kebingungan mengenai fungsi dari toolbox coreldraw, pada kali ini saya akan coba menjelaskan fungsi - fungsi toolbox CORELDRAW X3.

Fungsi-Fungsi Toolbox pada CorelDraw
 

Pick tool = berfungsi untuk seleksi objek atau memilih objek.
Freehand Pick tool = berfungsi untuk seleksi objek secara bebas.


Shape tool = berfungsi untuk mengedit objek berbentuk kurva.
Smudge Brush tool = berfungsi untuk merubah objek vektor.
Roughen Brush tool = berfungsi untuk merubah garis luar objek vektor.
Free Transform tool = berfungsi untuk merubah objek dengan menggunakan Free Rotation, Angle Rotation, Scale dan Skew Tool Smear tool, Twirl tool, Attact tool, Repel tool.


Crop tool = berfungsi untuk memotong atau menghapus objek.
Knife tool = berfungsi untuk memotong objek.
Eraser tool = berfungsi untuk menghapus objek.
Virtual Segment Delete Tool = berfungsi untuk menghapus bagian dari objek diantara persimpanga.


Zoom tool = berfungsi untuk memperbesar tampilan.
Pan tool = berfungsi untuk menggeser tampilan layar.


Freehand tool = berfungsi untuk membuat garis secara bebas.
 2-Point Line tool = berfungi untuk membuat garis tunggal tanpa kurva.
Bezier tool = berfungsi untuk membuat kurva.
Artistic media tool = untuk menyediakan akses pada Brush, Sprayer, Calligraphic, dan Pressure tool.
Pen tool = berfungsi untuk membuat gambar kurva.
Polyline tool = berfungsi untuk membuat garis dan kurva.
3 Point Curve tool = berfungsi untuk membuat kurva dengan menentukan titik awal, akhir, dan titik tenga.


Smart Fill tool = berfungsi untuk mewarnai objek.
Smart Drawing tool = berfungsi untuk merubah coretan tangan menjadi garis lebih halu.


Rectangle tool = berfungsi untuk membuat gambar berbentuk kotak.
3 point Rectangle tool = berfungsi untuk membuat kotak pada sudut tertentu.


Ellipse tool = berfungsi untuk membuat lingkaran.
3 point Ellipse tool = berfungsi untuk membuat lingkaran pada sudut tertent.


Polygon tool = berfungsi untuk membuat gambar berbentuk polygon.
Star tool = berfungsi untuk membuat gambar berbentuk bintang.
Complex Star tool = berfungsi untuk membuat gambar bintang banyak sisi.
Graph Paper tool = berfungsi untuk menggambar sekat yang terdiri dari garis yang sama.
Spiral tool = berfungsi untuk menggambar spiral.


Basic Shape tool = berfungsi untuk memilih bermacam-macam bentuk.
Arrow Shape tool = berfungsi untuk membuat gambar berbentuk panah.
Flowchart Shapes tool = berfungsi untuk menggambar symbol flowchart.
Banner Shapes tool = berfungsi untuk membuat gambar berbentuk pita.
Callout Shapes tool = berfungsi untuk membuat callout.


Text tool = berfungsi untuk membuat teks / tulisan.


Table tool = berfungsi untuk membuat tabel.


Parallel Dimension = berfungsi untuk membuat garis dengan ukuran dimensi miring.
Horizontal or Vertical Dimension = berfungsi untuk membuat garis ukuran dimensi horizontal dan vertikal.
Angular Dimension = berfungsi untuk membuat garis ukuran segitiga.
Segment Dimension = berfungsi untuk menampilkan dimensi antara titik terakhir pada satu atau beberapa bagian.
3-Point Callout = berfungsi untuk membuat garis petunjuk/keterangan.


Straight-Line Connector = berfungsi untuk membuat konektor line / lurus.
Right-Angle Connector = berfungsi untuk membuat konektor siku-siku dengan sudut tajam.
Right-Angle Round Connector = berfungsi untuk membuat konektor siku-siku dengan sudut tumpul.
Edit Anchor = berfungsi untuk mengedit garis konektor.


Interactive Blend tool = berfungsi untuk mencampur dua objek.
Interactive Contour tool = berfungsi untuk membuat bentuk garis luar pada objek.
Interactive Distortion tool = berfungsi untuk melakukan penyimpangan pada objek.
Interactive Drop Shadow tool = berfungsi untuk memberi bayangan sehingga objek terlihat timbul.
Interactive Envelope = berfungsi untuk melakukan penyimpangan pada objek dengan cara mendrag node.
Interactive Extrude = berfungsi untuk membuat suatu ilusi kedalaman pada objek Interactive.
Transparency tool = berfungsi untuk membuat objek menjadi transparan.


Color Eyedropper tool = berfungsi untuk memilih warna.
Attributes Eyedropper tool = berfungsi untuk memilih dan menyalin properti pada objek.


Outline tool = berfungsi untuk memberi garis dengan berbagai macam ketebalan garis.


Fill tool = berfungsi untuk memberi warna seperti warna gradasi, pattern, bubble dan lain-lain.


Interactive Fill tool = berfungsi untuk memberi warna dengan gradasi fill Interactive.
Mesh tool = berfungsi untuk memberi warna gradasi fill dengan garis.

Nah itulah fungsi - fungsi toolbox CORELDRAW X3. sekian semoga bermanfaat.

Info Lain Klik Di Bawah Ini

Minggu, 09 Februari 2014

PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

Pengertian Perubahan Iklim 

Yang dimaksud dengan perubahan iklim adalah perubahan variabel iklim, khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter centenial). Disamping itu harus dipahami bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic), khususnya yang berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih-guna lahan. Jadi perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor alami, seperti Yang tambahan aerosol dari letusan gunung berapi, tidak diperhitungkan dalam pengertian perubahan iklim. Dengan demikian fenomena alam yang menimbulkan kondisi iklim ekstrem seperti siklon yang dapat terjadi di dalam suatu tahun (inter annual) dan El-Nino serta La-Nina yang dapat terjadi di dalam sepuluh tahun (inter decadal) tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan iklim global.

Kegiatan manusia yang dimaksud adalah kegiatan yang telah menyebabkan peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer, khususnya dalam bentuk karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oksida (N2O). Gas-gas inilah yang selanjutnya menentukan peningkatan suhu udara, karena sifatnya yang seperti kaca, yaitu dapat meneruskan radiasi gelombang-pendek yang tidak bersifat panas, tetapi menahan radiasi gelombang-panjang yang bersifat panas. Akibatnya atmosfer bumi makin memanas dengan laju yang setara dengan laju perubahan konsentrasi GRK. 

Pertumbuhan Emisi Dan Konsentrasi Gas Rumah Kaca 

Menurut IPCC (2001) dalam dekade terakhir ini pertumbuhan CO2 adalah sebesar 2900 juta ton/tahun, sementara pada dekade sebelumnya adalah sebesar 1400 juta ton/tahun. Sedang CH4 justru mengalami penurunan dari 37 juta ton/tahun pada dekade terdahulu menjadi 22 juta ton/tahun pada dekade terakhir. Demikian pula halnya dengan N2O meskipun kecil juga mengalami penurunan dari 3,9 menjadi 3,8 juta ton/tahun. Sementara itu tingkat emisi CO2, CH4, dan N2O di Indonesia pada tahun 1994 berturut-turut adalah 952.199, 4.286, dan 61 Gg. 

Gas rumahkaca yang menyelimuti atmosfer bumi akan menyerap radiasi gelombang panjang yang memanaskan bumi (UNEP/WMO, 1996)

 Uap air (H2O) pun sebenarnya merupakan GRK yang dapat dirasakan pengaruhnya ketika menjelang turun hujan. Udara terasa panas karena radiasi gelombang-panjang tertahan uap air atau mendung yang menggantung di atmosfer. Namun demikian karena keberadaan (life time) H2O sangat singkat (2-3 hari), maka uap air bukanlah GRK yang efektif. Sementara itu untuk CO2, CH4, dan N2O keberadaannya di atmosfer berturut-turut adalah 100, 15, dan 115 tahun. 

Peningkatan Suhu Bumi 

Dalam 100 tahun terakhir suhu bumi terlihat mulai ditentukan oleh peningkatan CO2 di atmosfer. Pada zaman pra-industri (sebelum tahun 1850) konsentrasi CO2 masih sekitar 290 ppm, sedang pada tahun 1990 konsentrasinya telah meningkat menjadi 353 ppm. Peningkatan suhu rata-rata bumi sebesar 0,5 oC telah dicatat. Dengan pola konsumsi energi dan pertumbuhan ekonomi seperti sekarang, maka diperkirakan pada tahun 2100 konsentrasi CO2 akan meningkat dua kali lipat dibanding zaman industri, yaitu sekitar 580 ppm. Dalam kondisi demikian berbagai model sirkulasi global memperkirakan peningkatan suhu bumi antara 1,7-4,5 oC. Peningkatan yang besar terjadi pada daerah lintang tinggi, sehingga akan menimbulkan berbagai perubahan lingkungan global yang terkait dengan pencairan es di kutub, distribusi vegetasi alami dan keanekaragaman hayati, produktivitas tanaman, distribusi hama dan penyakit tanaman dan manusia. 

Perubahan Pola Dan Distribusi Hujan 

Pola dan distribusi curah hujan terjadi dengan kecenderungan bahwa daerah kering akan menjadi makin kering dan daerah basah menjadi makin basah. Konsekuensi-nya adalah bahwa kelestarian sumberdaya air juga akan terganggu. Di Indonesia dikenal 3 macam pola distribusi hujan, yaitu pola monsun (monsoonal), ekuatorial dan lokal. Pertama, daerah yang sangat dipengaruhi oleh monsun memiliki pola hujan dengan satu pucak (unimodal). Ciri dari pola ini adalah adanya musim hujan dan kemarau yang tajam dan masing-masing berlangsung selama kurang lebih 6 bulan, yaitu Oktober - Maret sebagai musim hujan dan April – September sebagai musim kemarau. Kedua, daerah yang dekat dengan ekuator dipengaruhi oleh sistem ekuator dengan pola hujan yang memiliki dua puncak (bimodal), yaitu pada bulan Maret dan Oktober saat matahari berada di dekat ekuator. Ketiga, daerah dengan pola hujan lokal, dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodal dengan puncak yang terbalik dibandingkan dengan pola hujan monsun yang disebutkan di atas. Perubahan iklim (khususnya suhu dan curah hujan) tidak hanya menyebabkan perubahan volume defisit atau surplus air, tetapi juga periode daerah itu mengalami surplus atau defisit. Dalam suatu studi hidrologi daerah aliran sungai (DAS) di daerah ekuatorial seperti Sulawesi, perubahan iklim (dengan konsentrasi CO2 atmosfer 2 kali lipat dibanding konsentrasi pada zaman pra-industri yang hanya 280 ppm) akan menyebabkan DAS tersebut tidak mengalami defisit sementara surplusnya meningkat dua kali lipat. Sedang DAS di daerah monsun seperti Jawa, surplus air hanya sekitar 30% dengan periode defisit yang lebih pendek dibanding jika iklim tidak berubah (Murdiyarso, 1994)

Dampak perubahan iklim 

Sektor pertanian akan terpengaruh melalui penurunan produktivitas pangan yang disebabkan oleh peningkatan sterilitas serealia, penurunan areal yang dapat diirigasi dan penurunan efektivitas penyerapan hara serta penyebaran hama dan penyakit. Di beberapa tempat di negara maju (lintang tinggi) peningkatan konsentrasi CO2 akan meningkatkan produktivitas karena asimilasi meningkat, tetapi di daerah tropis yang sebagian besar negara berkembang, peningkatan asimilasi tersebut tidak signifikan dibanding respirasi yang juga meningkat. Secara keseluruhan jika adaptasi tidak dilakukan, dunia akan mengalami penurunan produksi pangan hingga 7 persen. Namun dengan adaptasi yang tingkatnya lanjut, artinya biayanya tinggi, produksi pangan dapat distabilkan. Dengan kata lain stabilisasi produksi pangan pada iklim yang berubah akan memakan biaya yang sangat tinggi, misalnya dengan meningkatkan sarana irigasi, pemberian input (bibit, pupuk, insektisida/pestisida) tambahan. Di Indonesia dengan skenario konsentrasi CO2 dua kali lipat dari saat ini produksi padi akan meningkat hingga 2,3 persen jika irigasi dapat dipertahankan. Tetapi jika sistem irigasi tidak mengalami perbaikan produksi padi akan mengalami penurunan hingga 4,4 persen (Matthews et al., 1995)

Suhu yang lebih hangat akan menyebabkan pergeseran spesies vegetasi dan ekosistem. Daerah pegunungan akan kehilangan banyak spesies vegetasi aslinya dan digantikan oleh spesies vegetasi dataran rendah. Bersamaan dengan itu kondisi sumberdaya air yang berasal dari pegunungan juga akan mengalami gangguan. Selanjutnya stabilitas tanah di daerah pegunungan juga terganggu dan sulit mempertahankan keberadaan vegetasi aslinya. Dampak ini tidak begitu nyata di daerah lintang rendah atau daerah berelevasi rendah. Jika kebakaran hutan makin sering dijumpai di Indonesia, agak sulit menghubungkan antara kejadian tersebut dengan perubahan iklim, sebab sebagian besar (kalau tidak seluruhnya) kejadian kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia yang berkaitan dengan pembukaan lahan. Bahwa kejadiannya bersamaan dengan kejadian El-Nino karena fenomena ini memberikan kondisi cuaca yang kering yang mempermudah terjadinya kebakaran. Namun seperti diuraikan di atas El-Nino adalah fenomena alam yang terkait dengan peristiwa iklim ekstrem dalam variabilitas iklim, bukan perubahan iklim dalam arti seperti yang diuraikan di atas. Meningkatnya jumlah penduduk memberikan tekanan pada penyediaan air, terutama pada daerah perkotaan. Saat ini sudah banyak penduduk perkotaan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama mereka yang berpendapatan dan berpendidikan atau berketerampilan rendah. Dampak perubahan iklim yang menyebabkan perubahan suhu dan curah hujan akan memberikan pengaruh terhadap ketersediaan air dari limpasan permukaan, air tanah dan bentuk reservoir lainnya. Pada tahun 2080 akan terdapat 2 hingga 3,5 milyar orang akan mengalami kekurangan air. Pada beberapa daerah aliran sungai (DAS) penting di Indonesia ketersediaan air permukaan diperkirakan akan meningkat karena meningkatnya suplus dan menurunnya defisit. Di DAS Citarum, Jawa Barat peningkatan tersebut mencapai 32%, di DAS Brantas Jawa Timur 34%, dan di DAS Saadang, Sulawesi Selatan 132% (Murdiyarso, 1994). 

Sebagai konsekuensinya kejadian banjir akan meningkat karena menurunnya daya tampung sungai akibat peningkatan limpasan permukaan dan menurunnya daya tampung sungai dan waduk akibat peningkatan erosi dan sedimentasi. Secara global catatan bencana banjir menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 40 tahun terakhir dengan kerugian ekonomis ditaksir sekitar US$ 300 milyar pada dekade terakhir dibanding hanya US$ 50 milyar pada dekade tahun 1960-an. Kawasan pesisir merupakan daerah yang paling rentan dari akibat kenaikan muka-laut. Dalam 100 tahun terakhir, mukalaut telah naik antara 10-25 cm. Meskipun kenyataannya sangat sulit mengukur perubahan muka-laut, tetapi perubahan tersebut dapat dihubungkan dengan peningkatan suhu yang selama ini terjadi. Dalam 100 tahun perubahan suhu telah meningkatkan pemuaian volume air laut dan meningkatkan ketinggiannya. Demikian juga penambahan volume air laut juga terjadi akibat melelehnya gletser dan es di kedua kutub bumi. Dari berbagai skenario, peningkatan tersebut berkisar antara 13 hingga 94 cm dalam 100 tahun mendatang. Dengan panjang pantainya yang lebih dari 80.000 km, di mana lebih dari 50 persen diantaranya merupakan pantai landai.

Indonesia cukup rentan terhadap kenaikan muka-laut seperti negara-negara yang berpantai landai seperti Bangladesh. Kenaikan muka laut hingga 1,5 m dapat berpengaruh terhadap 17 juta penduduk Bangladesh. Tetapi hanya dengan kenaikan 1 m dampak sosial-ekonomi terhadap pertanian pantai di beberapa kabupaten di Jawa Barat bagian utara sudah sangat besar (Parry et al., 1992).Transmisi beberapa penyakit menular sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim. Parasit dan vektor penyakit sangat peka terhadap faktor-faktor iklim, khususnya suhu dan kelembaban. Penyakit yang tersebar melalui vektor (vector-borne diseases,VBDs) seperti malaria, demam berdarah (dengeue) dan kaki gajah (schistosomiosis) perlu diwaspadai karena transmisi penyakit seperti ini akan makin meningkat dengan perubahan iklim. Di banyak negara tropis penyakit ini merupakanpenyebab kematian utama. 

IPCC (1998) memperkirakan bahwa dengan makin lebarnya selang suhu di mana vektor dan parasit penyakit dapat hidup telah menyebabkan peningkatan jumlah kasus malaria di Asia hingga 27 persen, demam berdarah hingga 47 persen dan kaki gajah hingga 17 persen. Di Indonesia daerah-daerah baru yang menjadi semakin hangat juga memberi kesempatan penyebaran vektor dan parasitnya. Penjangkitan VBD bahkan terjadi lagi di daerah-daerah lama yang selama ini sudah dinyatakan bebas. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang telah menimbulkan daya tahan vektor. Disamping itu predator bagi vektor tersebut juga ikut terbasmi.